Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

PEMBIAYAAN USAHA YANG BERKEMBANG


Masalah-Masalah dalam Pencarian Modal
Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain:
a.       Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)
b.      Kurangnya pengalaman bisnis
c.       Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)
d.      Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
e.       Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain:
1.      Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
2.      Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
3.      Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
4.      Preferensi dari pemodal
5.      Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal
6.       
Pembiayaan Bisnis
Harus dilakukan identifikasi usaha yang akan dijalankan
Melakukan identifikasi sumber pembiayaan yaitu
a.       Internal (modal perusahaan)
b.      Eksternal (investor, kredit bank)
Menetapkan prioritas bisnis
Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis:
a)      Pendanaan tahap awal
b)      Pendanaan ekspansi atau perkembangan
c)      Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts

Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Lakukan identifikasi awal, berapa jumlah modal yang dibutuhkan
Harus ada perencanaan finansial :
a.       Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
b.      Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)
Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
a.       Proyeksi laporan laba/rugi
b.      Proyeksi laporan neraca
c.       Proyeksi arus kas
d.      Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas
Analisa Pulang Pokok
Pengertian: merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi
Unsur dasar analisa pulang pokok :
a.       Biaya tetap
b.      Biaya variabel
c.       Biaya total
d.      Pendapatan total
e.       Keuntungan
f.       Kerugian
g.      Titik pulang pokok
Rumus perhitungan impas :
a.  Dalam satuan unit terjual
     = biaya tetap / (harga @ - biaya variabel @)
b.  Dalam rupiah penjualan :
     = biaya tetap / 1 – (biaya variabel @ / harga @)
Mencari Sumber Modal Usaha
Dilakukan lebih dulu penilaian terhadap kelayakan usaha
Pencarian sumber modal berasal dari :
a.       Modal perusahaan
b.      Modal patungan (perusahaan dengan investor)
c.       Modal dari investor
d.      Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat
Hubungan dengan Pemodal
1)      Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal
2)      Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang
3)      Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal
Penilaian Perusahaan
Perlu dilakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan
Penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, seperti :
a.       Laporan laba / rugi
b.      Laporan neraca
c.       Laporan perubahan modal
d.      Laporan arus kas
Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan 

IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal  Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya-sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal didapat dari:
1.    Konsumen
2.    Perusahaan yang sudah ada
3.    Saluran distribusi
4.    Pemerintah
5.    Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari:
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu:
1.      Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2.      Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya
3.      Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan
Proses inovasi:
1.      Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2.      Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3.      Menguraikan masalah-masalah
4.      Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5.      Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6.      Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7.      Mencari pemecahan sementara
8.      Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9.      Bergerak terus jika semuanya baik
10.  Mencapai keberhasilan
Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru:
a)       Kebutuhan akan sumber penemuan
b)       Hobi atau kesenangan pribadi
c)       Mengamati kecenderungan-kecenderungan
d)      Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
e)       Mengapa tidak terdapat ?
f)        Kegunaan lain dari barang-barang biasa
g)       Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk:
1)      Tahap Gagasan
2)      Tahap Konsep
3)      Tahap Pengembangan Produk
4)      Tahap Uji Pemasaran
5)      Tahap Komersialisasi
Produk Yang Sesuai Untuk Perusahaan Kecil
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan kecil untuk penciptaan suatu produk:
1)      Untuk pemilihan produk, perusahaan harus memperhatikan pada sumber daya uang, tenaga kerja dan fasilitas yang dimiliki
2)      Pemilihan segmen pasar yang memungkinkan
3)      Untuk produk atau proses yang disuplai kepada perusahaan lain hendaknya sangat kecil volumenya sehingga tidak menarik minat para pelanggannya untuk memproduksinya sendiri
4)      Tingginya nilai tambah. Keuntungan harus lebih besar dari biaya
5)      Rentang waktu yang diperlukan untuk penyelesaian produk atau proses
Arti Penting Orientasi Pemasaran
ü  Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing
ü  Wirausahawan harus berorientasi konsumen
Matriks Produk – Pasar
5 langkah untuk merumuskan tujuan bauran produk – pasar:
         Pemeriksaan kecenderungan penting dalam lingkungan bisnis dari daerah produk – pasar
         Pemeriksaan kecenderungan pertumbuhan dan kecenderungan keuntungan
         Pemisahan bidang produk – pasar yang akan menarik ke depan maupun daerah yang akan tertarik
         Pertimbangan mengenai kebutuhan atau diperlukannya tambahan produk atau daerah pasaran baru pada bauran
         Derivasi profil bauran produk – pasar optimum namun realistis didasarkan pada kesimpulan yang dicapai pada langkah 1 sampai 4


Dasar Kewirausahawaan


Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

1. PENGERTIAN, TUJUAN DAN RUANG LINGKUP
Pengertian Wirausaha:
Orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang cepat dalam memastikan kesuksesan.

1.1       Pengertian Kewirausahaan:
            Semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

1.2       Tujuan Kewirausahaan:
1.         Meningkatkan Jumlah wirausaha yang berkualitas.
2.         Menyadarkan masyarakat atau memberikan kesadaran berwirausaha yang tangguh dan kuat
        terhadap masyarakat.
3.         Menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
4.         Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan
        Masyarakat

1.3       Sasaran Kewirausahaan:
1.      Instansi pemerintah, BUMN, organisasi profesi dan kelompok masyarakat.
2.      Pelaku ekonomi: pengusaha kecil, koperasi.
3.      Generasi Muda: anak-anak putus sekolah, calon wirausahawan.

1.4       Manfaat Kewirausahan:
1.      Menambah daya tampung tenaga kerja.
2.      Sebagai generator pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahteraan.
3.      Memberi contoh bagaimana bekerja keras, tekun dan memeiliki pribadi unggul yang patu
      Diteladai.
4.      Mendidik karyawan jadi orang mandiri, disiplin tekun, jujur dalam menghadapi pekerjaan.
5.      Mendidik masyarakat hidup efisien dan sederhana

1.5       Keuntungan:
1.      Terbuka lebar kesempatan untuk menjadi bos dalam perusahaan.
2.      Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.
3.      Terbuka peluang untuk memperlihatkan potensi wirausaha secara penuh.
4.      Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam usaha.
5.      Terbuka peluang untuk mencapai tujuan usaha yang dikehendaki

1.6       Kelemahan
•  Tanggung jawab sangat besar dan berat di dalam menghadapi permasalahan bisnis
•  Bekerja keras dan waktunya sangat panjang
•  Memperoleh pendapatan yang tidak pasti dan memiliki resiko yang sangat besar.

    Blog Archive